NGOBENG DAN KAMBANGAN : WARISAN BUDAYA YANG MULAI TERGERUS ARUS GLOBALISASI

Helen Susanti, Arma Mita, Cendekiawan Arief Rahman

Abstract


Abstract: This research is titled Ngobeng dan Kambangan: Cultural heritage which has begun to erode the current of globalization. Ngobeng and Kambangan is an activity to eat a meal after a wedding is held using traditional procedures. The formulation of the problem in this research are (1) How is the implementation of Ngobeng and Kambangan before globalization? (2) Why can Ngobeng and Kambangan get eroded by the tide of globalization? (3) What is the impact of the globalization of Ngobeng and Kambangan in the lives of Palembang people today? The purpose of this research is to find out the causes of Ngobeng and Kambangan leaving behind in the era of globalization. This study uses historical methods with data collection techniques derived from book literature, interviews and observations. The people of Palembang are more familiar with the procedures for eating Buffet as a result of the entry of globalization. Ngobeng and Kambangan began to erode the current of globalization due to the lack of public awareness to study the history of culture in the area and pass it on from generation to generation.

Keywords: Ngobeng, Kambangan, Globalization, Buffet.

 

Abstrak: Penelitian ini berjudul Ngobeng dan Kambangan: Warisan budaya yang mulai mengikis arus globalisasi. Ngobeng dan Kambangan adalah kegiatan untuk makan setelah pernikahan diadakan menggunakan prosedur tradisional. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi Ngobeng dan Kambangan sebelum globalisasi? (2) Mengapa Ngobeng dan Kambangan bisa terkikis oleh gelombang globalisasi? (3) Apa dampak globalisasi Ngobeng dan Kambangan dalam kehidupan masyarakat Palembang saat ini? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab Ngobeng dan Kambangan tertinggal di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan teknik pengumpulan data yang berasal dari literatur buku, wawancara dan observasi. Orang-orang Palembang lebih akrab dengan prosedur makan Prasmanan sebagai akibat dari masuknya globalisasi. Ngobeng dan Kambangan mulai mengikis arus globalisasi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk mempelajari sejarah budaya di daerah tersebut dan meneruskannya dari generasi ke generasi.

Kata kunci: Ngobeng, Kambangan, Globalisasi, Prasmanan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 709 times
PDF - 775 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.