PERJUANGAN RAKYAT MUARA ENIM PADA MASA REVOLUSI FISIK 1945-1949

Sandra Ryan Prabowo, Yunani Hasan, Alian Sair

Abstract


Abstract: The purpose of this research was to find out exactly how the conditions and efforts of the people of Muara Enim during their struggle to defend independence from the desire of the allies to take over Indonesia again. This research was conducted from March 15, 2019 to April 15, 2019 in the Muara Enim area by using historical methods using data collection techniques in literature studies and with interview techniques obtained from veterans of the 1945 generation in Muara Enim. Based on the research that has been done, it is obtained a result that can prove that Muara Enim played a role in dealing with allies in the event to defend the independence of the Republic of Indonesia. The event occurred in two stages, the first was called the Dutch Military Aggression I in 1947 and the second was called the Dutch Military Aggression II in 1949. In that incident, the people of Muara Enim (the security services, the youth and the society) fought against allies in order to defend the independence of Indonesia. In this case, there were very many fighters who moved voluntarily for the state without any coercion from other parties. The struggle was carried out by the people of Muara Enim in various ways, namely by direct and diplomatic confrontation. The effort was successfully carried out regarding the difficulty of the allies entering the Muara Enim area because a lot of resistance was carried out in every administrative area of Muara Enim. So that this effort culminated in the Round Table Conference (KMB) in 1949 which aimed at resolving problems between Indonesia and the allies.

Keywords: Physical Revolution, Muara Enim, Aggression I, Aggression II

 

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini berguna untuk mengetahui secara pasti bagaimana kondisi dan upaya rakyat Muara Enim pada saat melakukan perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dari keinginan sekutu untuk menguasai Indonesia kembali. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 15 Maret 2019 hingga 15 April 2019 di wilayah Muara Enim dengan menggunakan metode historis atau metode sejarah dengan menggunakan teknik pengumpulan data dalam studi literatur dan dengan teknik wawancara yang didapat dari veteran angkatan 1945 di Muara Enim. Dari penelitian yang telah dilakukan didapat sebuah hasil yang dapat membuktikan bahwa Muara Enim ikut berperan dalam menghadapi sekutu dalam peristiwa untuk mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia.peristiwa tersebut terjadi dalam dua tahap yaitu, yang pertama disebut dengan Agresi Militer Belanda ke 1 tahun 1947 dan yang kedua disebut Agresi Militer Belanda ke II tahun 1949. Dalam peristiwa tersebut rakyat Muara Enim (badan keamanan, pemuda dan masyarakat) berjuang melawan sekutu demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam hal ini sangat banyak pejuang yang bergerak secara sukarela demi negara tanpa adanya paksaan dari pihak lain. Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Muara Enim dengan berbagai cara yaitu dengan cara konfrontasi secara langsung dan secara diplomasi. Usaha tersebut berhasil dilakukan dilihat dari sulitnya pihak sekutu masuk ke wilayah Muara Enim karena banyak sekali perlawanan yang dilakukan disetiap daerah administratif Muara Enim. Sehingga usaha tersebut berujung dengan adanya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949 yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan antara Indonesia dengan pihak sekutu.

Kata Kunci: Revolusi Fisik, Muara Enim, Agresi I, Agresi II


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 777 times
PDF - 837 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.