Model Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

Wiwik Puji Mulyani, Tri Winarni, Harsoyo Harsoyo, Nurhadi Nurhadi

Abstract


Dalam konteks perlindungan hak asasi manusia, anak tersebut memiliki hak yang sama seperti manusia lainnya di bumi. Kerentanan dan perlakuan diskriminatif semacam itu bisa menyebabkan anak memiliki kepercayaan diri yang rendah, menghambat kemampuan anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, membahayakan kesehatan mereka, mengurangi otonomi, baik di bidang ekonomi, politik, sosio-kultural dan fisik. Posisi anak yang rentan dan sering mengalami diskriminasi merupakan hambatan bagi keberhasilan pembangunan di masa depan. Sampai saat ini kekerasan yang dilaporkan terjadi terhadap anak meningkat. Namun, laporan insiden penganiayaan anak, tidak bisa menggambarkan jumlah sebenarnya kekerasan yang terjadi. Tingginya angka kekerasan terhadap anak lebih disebabkan oleh lemahnya sistem perlindungan anak. Karena itu, diperlukan komitmen untuk mengurangi masalah anak. Beberapa rekomendasi penting yang perlu dipertimbangkan dalam upaya memberikan perlindungan anak yang komprehensif di Indonesia termasuk membangun sistem dan mekanisme perlindungan anak yang harus bekerja secara rapi dan transparan di masyarakat yang didukung oleh sistem kesejahteraan sosial, kesehatan dan penegakan hukum.      

Studi ini melihat besarnya pelecehan anak dan jenis kekerasan terhadap anak-anak yang dapat menggambarkan tingkat kekerasan anak yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Selain itu juga melihat potensi bagaimana keterlibatan masyarakat dalam upaya perlindungan anak sehingga bisa membentuk model perlindungan anak berbasis masyarakat. Penelitian dilakukan di dua wilayah: Yogyakarta sebagai daerah yang dianggap memiliki tingkat pelecehan anak yang relatif rendah dan NTT sebagai daerah dengan tingkat pelecehan anak yang tinggi. Data dikumpulkan melalui kuesioner, FGD dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh anak adalah salah satu yang mempengaruhi kekerasan terhadap anak dan perlindungan anak memerlukan partisipasi secara terpadu dari berbagai pihak. Untuk wilayah studi hasil penelitian berkontribusi positif terhadap kebijakan pengembangan perlindungan anak, serta di tingkat pusat nasional.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 437 times
PDF - 832 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.