ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA SIKLUS HIDUP JEMBATAN INTEGRAL TERHADAP JEMBATAN KONVENSIONAL GELAGAR BETON BERTULANG BENTANG TUNGGAL

N. Retno Setiati

Abstract


Jembatan integral adalah suatu sistem struktur jembatan yang dibangun secara menerus antara bangunan atas dengan bangunan bawah dengan meniadakan siar muai dan sistem perletakan. Keuntungan dari jembatan integral adalah mengurangi biaya pemeliharaan dan perawatan selama umur layan jembatan. Komponen elemen struktur jembatan integral berbeda dengan jembatan konvensional dimana pada jembatan integral tidak terdapat siar muai dan sistem perletakan. Dalam analisis LCC, keuntungan dari suatu teknologi jembatan yang diterapkan tidak hanya dilihat dari awal pelaksanaan konstruksi. Akan tetapi juga harus memperhitungkan faktor biaya yang terjadi selama umur layan jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya siklus hidup antara jembatan integral dengan jembatan konvensional tipe gelagar beton bertulang dengan bentang tunggal yang panjangnya 20 meter. Metode yang digunakan dalam analisis tersebut didasarkan pada pendekatan ekuivalen nilai sekarang (present worth method) dan perbaikan yang akan datang (future rehabilitation cost). Perhitungan analisis LCC didasarkan pada biaya awal (initial cost), biaya pemeliharaan rutin, biaya pemeriksaan, biaya pengguna jembatan, dan biaya perbaikan masa yang akan datang. Jembatan integral direncanakan untuk masa layan 75 tahun. Hasil analisis LCC membuktikan bahwa meskipun biaya awal konstruksi jembatan integral lebih mahal dari jembatan konvensional, selama umur layan 75 tahun biaya siklus hidup (LCC) jembatan integral tersebut lebih ekonomis 40% dibandingkan dengan jembatan konvensional. Nilai ekonomis dari jembatan integral disebabkan oleh tidak diperlukannya biaya perbaikan untuk siar muai dan sistem perletakan


Full Text:

PI-019

Article Metrics

Abstract view : 73 times
PI-019 - 54 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


E-ISBN 978-979-587-734-9

eisbnresize