Penentuan Nilai Energi Briket Batubara Berstimulan Penyalaan Serat Pelepah Sawit Sebagai Penerapan STEM Dalam Pembelajaran Kimia

Sanjaya Sanjaya

Abstract


Pendekatan STEM dalam pembelajaran Kimia merupakan salah satu pendekatan yang sangat cocok. Dalam pembelajaran Kimia melibatkan Science, Technology, engeneering, dan Mathematics. Bidang Science, Technology, Engeneering, dan Mathematics yang dipelajari dalam pembelajaran Kimia adalah tentang materi, sifat sifatnya, perubahannya dan energi yang menyertai perubahan materi tersebut. Salah satu pokok bahasan dalam pembelajaran Kimia adalah Termokimia, dimana mempelajari energi yang diperlukan / dihasilkan oleh suatu reaksi kimia dari suatu materi. Briket Batubara merupakan materi yang telah digunakan sebagai penghasil energi. Dalam penentuan nilai energi yang dihasilkan suatu briket batubara, melibatkan keempat komponen STEM. Awal penentuan energi briket batubara dimulai dengan pengenalan science tentang briket batubara, briket berstimulan penyalaan, serat, dan pelepah sawit. Kemudian penerapan technologi pembuatan briket batubara berstimulan penyalaan berikut penentuan nilai kalor briket. Dalam pembuatan briket batubara berstimulan penyalaan terdapat rekayasa pembuatan briket. Setelah dihasilkan data data nilai kalor dilakukan perhitungan mathematic, antara lain penentuan rata rata energi, regresi linear bahkan anava antara komposisi, posisi, kerapatan, ukuran partikel materi penyusun briket terhadap nilai kalor briket. Data data tersebut diolah dengan menggunakan rumus rumus statistik lainnya. Dapat disimpulkan bahwa pembahasan penentuan nilai kalor briket batubara berstimulan penyalaan merupakan salah satu bentuk pembelajaran kimia yang menggunakan pendekatan STEM.


Full Text:

K-6

Article Metrics

Abstract view : 163 times
K-6 - 260 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.