FENOMENA KEKERASAN BAHASA DI KOTA PALEMBANG

Haryadi Haryadi

Abstract


Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomen kekerasan bahasa yang terjadi di kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengamatan langsung di lapangan. Teknik yang digunakan adalah dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan memotret tulisan yang ada di sudut-sudut kota Palembang. Tempat yang diamati di antaranya kompleks  perumahan, perkampungan padat penduduk,  di kebun, tempat pembuangan sampah, dan lain-lain.  Hasil yang diperoleh adalah terdapat sembilan  ungkapan kata, yaitu sebagai berikut. (1) “Pemulung Masuk Digebuk!”; (2)  “Ngebut Benjut”; (3) “Dilarang Kencing Di Sini, Kecuali Anjing!”; (4) “Masuk Tanpa Salam, Keluar Tanpa Kepala”; (5) “Merokok Membunuhmu”; (6) “Yang Merokok Harus Dimatikan”;  (7)  “Yang Membawa Hp Harus Dimatikan” (8) “Orang Pintar Lampu Hijau Baru Jalan”; (9)  “Hanya Monyet Yang Boleh Buang Sampah.” Dari ungkapan-ungkapan tersebut masyarakat cenderung menggunakan bahasa yang serampangan dan asal-asalan. Hal ini terjadi  karena komunikan menginginkan kemudahan dalam memilih kalimat yang digunakan. Kesalahan dalam penggunakan kata atau ungkapan akan berakibat fatal. bagi penerima pesan. Dalam ungkapan atau tulisan tertentu secara langsung akan menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pembaca. Oleh karena itu, hindari kata-kata yang kasar. Buatlah kata-kata yang santun. Dengan kata-kata yang santun, maka akan membentuk budaya yang santun pula, sebaliknya dengan kata-kata yang kasar akan membentuk budaya yang beringas.


Full Text:

PDF

References


Ady Putra, Syarif. (2015). Analisis Isi Kekerasan Verbal pada Tayangan Pesbukers di ANTV. (diunduh tanggal 11 Agustus 2017) dari http://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2015/02/JURNAL.

Chaer, Abdul (2010). Kesantunan Berbahasa. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Dirjen Dikti. (2013). Materi Mata Kuliah Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan da Kebudayaan Republik Indoneisa.

Faizatul Faridy. (2015). Kekerasan verbal dan Dampaknya terhadap Mental Anak Usia Dini (diunduh tanggal 11 Agustus 2017) dari htthttps://www.kompasiana.com/faieza/ kekerasan-verbal-dan-dampaknya-terhadap-mental-anak-usia-dini

Haryatmoko. 2007. Etika Komunikasi. Yogyakarta: Kanisius

Pastika, I Wayan. (2008). Bahasa Pijin dan Bahasa Kasar dalam Acara TV Indonesia. Jurnal E-UTAMA Jabatan Bahasa & Kebudayaan Melayu. Singapura: Universiti Teknologi Nanyang.

Pranowo. 2009. Berbahasa Secara Santun. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subagyo, P. Ari. (2012). Prinsip Belas Kasih: Menaklukkan Kekerasan Verbal Berdasarkan Gagasan Psikolog Sosial Marshall Rosenberg. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya, Universitas katolik Indonesia Atma Jaya.

Suhardi, Basuki (1996). Sikap Bahasa: Suatu Telaah Eksploratif atas Sekelompok Sarjana dan mahasiswa di Jakarta. Jakarta: PT Usmwai.


Article Metrics

Abstract view : 80 times
PDF - 38 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.